Tuesday, January 14, 2014

MOON CALLING

Teringat kembali memori beberapa bulan yang lalu.
dimana keadaan belum se-awkward sekarang
yang ada cuma usaha kerasa dan perjuangan
mungkin bukan cuma saya yang merasakan
tapi juga kamu (?)

Lihatlah sesosok pemuda itu menjemputmu
berlari dengan indah dan tertawa bersamamu
habiskan waktu dan melepas penat membunuh waktu
hingga pada akhirnya lelah datang membuat badan kaku

ini bukan puisi roman picisan
karena seyogyanya juga ga ada yang kudu diromantisin
mungkin kamu bisa membelah dada saya dahulu
agar kamu tahu siapa sebenarnya yang ada di hatiku 
*kemudian muntaber*

 Adakah waktu dapat berputar kembali ?
untuk memperbaiki semuanya dan agar kita dapat berkaca
sebenarnya takdir ini untuk siapa ?
untuk hujan, untuk malam, untuk bintang, dan untuk air mengalir

lelah tiada rasa setiap mengingat tiap pagi kala itu
percakapan yang selalu dilakukan dengan sangat  ngantuk
ingin rasanya mata ingin terpejam saja
namun keinginan hati yang ingin selalu berada di sana

mereka mengira kita adalah serupa
mereka mengira kita adalah masa depan
mereka mengira kita adalah suatu kebahagiaan
mereka mengira kita adalah  yang perlu penghargaan

perkiraan yang salah tentu saja terjadi
wajar bila orang salah tangkap
toh emang jalan bisa dibelok-belokan sesuai selera
inget aja terus masakan padang *lah gak nyambung*

Belum ada yang bisa menggantikan
belum ada yang bisa menggetarkan
belum ada yang bisa menggoyahkan
belum ada yang bisa membelokkan

pertahanan ini yang begitu kuat
seketika runtuh karena pergolakan semu
sebenarnya berawal dengan manis
namun mengapa semuanya berakhir tragis

kembalilah kepada jalan di awal
dimana disana dirangkai mimpi dan harapan
jika tak dapat kembali ke jalan awal
saya bersedia menuntun kembali

menyusun serpihan yang telah hancur
membingkai kata yang terlanjur lebur
menulis janji yang susah diatur
dan memecah kelam yang separuh luntur

bukan masalah ada apa sebenarnya 
tapi berpikirlah untuk menjadi dewasa
berubah bukan hanya untuk diri sendiri
tapi pikirkan juga nasib disekelilingmu

sumpah saya gelo
satu kata GELO dapat berarti banyak
Gelo yang dimaksud mungkin berarti
tapi biarin aja jadi ambigu 

kini hidup makin sempurna
semakin matang dan semakin siap 
sebuah akhir dari petulangan di awal cerita
adakah yang bersedia menemani saya?

teruntuk....... siapa saja yang merasa menjadi bagian penting dalam hidup saya

No comments:

Post a Comment

orang ngebacot