Wednesday, January 29, 2014

LISTEN TO ME

Lagi nulis ini pas lagi waras. Lagi melek semelek-meleknya dan lagi nyadar ternyata emang kudu bener-bener bisa membedakan mana yang mimpi dengan realita. Kalo kata Jes, saya ini termasuk Masochist. Apa itu Masochist ? menurut penelusuran terhadap mbah gugel, maka saya jadi rada mudeng dikit istilah yang lagi booming sekarang karena banyak manusia yang sedang menggandrungi aliran ini. Masokis adalah suatu penyimpangan kepribadian, ciri khasnya adalah suka menyakiti diri sendiri. Kalo di dunia modern, kita bisa bandingkan perilaku masokis dengan perilaku manusia modern sehari-hari yang saya kutip dari beberapa pengalaman.

Masokis. Contoh gampangnya aja :
Yang pertama wanita, adalah makhluk yang paling rentan untuk melakukan perilaku masokis ini. Misalnya, ada kalanya wanita harus menjaga kecantikannya dengan cara facial/akupuntur/botox dll. Tau sendiri kan proses facial itu gak segampang cuma maskeran doang ? kita facial pasti mukanya dibejek-bejek, diuwek-uwek, dan dimainin sama alat benda yang terbuat dari bahan yang klo lagi niat ya bisa aja bikin kita celaka. Para wanita harus rela bersakit-sakitan untuk melakukan facial tersebut dengan harapan akan menghasilkan paras yang cantik dan rupawan. Siapa disini yang belum pernah facial ? cobain deh nanti berasa kayak lagi di ujung derita karena muka bakalan disakiti sama besi-besi kecil nan panjang yang siap menghantuimu :D

Lalu, masokis itu dibagi menjadi dua. Masokis Moral dan Masokis Eros. Saya termasuk yang mana kalo begitu ? ya tentu saja masokis moral. Penjelasannya adalah, masokis tipe ini suka dengan keadaan dimana dia merasa puas jika ada yang menyakiti perasaannya "masochist moril adalah untuk orang orang yang mempunyai kenikmatan bawah sadar ketika seseorang menyakiti perasaannya. Orang ini mungkin menangis dan terlihat sangat sedih ketika di sakiti. Tapi kesedihan itu yang membuat ia merasa tenang" Berbahaya memang penjelasan yang saya kutip dari artikel yang mungkin belum dapat dipercaya. Tapi ya emang bener sih, hahahhahahahaah *ketawa ngakak ampe ujung dunia*.

Bedanya, klo masokis moril yang udah dalam tahap stadium lanjut, mungkin bisa mengakibatkan kegilaan atau malah makin suka jika ada orang lain yang menyakiti perasaannya. Bisa aja dia malah seneng klo diejek, dihina, dan diperlakukan tidak sewajarnya oleh orang lain. Nah klo saya, masih dalam gejala masokis tipe ini dengan batas ambang yang udah siaga 1. Klo disamain sama banjirnya jakarta, mungkin saya udah darurat bencana, eh salah darurat masokis moril.

Pengalaman disakitin sama orang emang banyak sih, tapi gak bikin saya jadi seneng. Lah, masih normal dong ane? iyak masih normal. Tapi akhir-akhir ini, kenyataan menyadarkan bahwa seperti kata Jes yang sudah mewanti-wanti saya yang katanya saya sudah seperti masokis, untuk segera kembali ke kenyataan dan kembali ke jalan yang benar. Mungkin baru gejala, makanya kudu waspada biar gak kelainan beneran. Ada banyak hal yang membuat hati ini terluka *uhuk* tapi semua itu udah dilupain dan parahnya efek dari pembobolan hati yang terluka itu, sekarang saya hampir ga bisa memakai hati buat suka ama orang. Hati saya udah ga bisa dipake lagi dan menyebabkan saya bisa gampang suka ama orang tanpa pikir panjang. 

Salahkan tukang-tukang perusak mesin di masa lalu yang bakalan jadi aset di masa depan ini, mereka dengan gampang ngancurin tanpa ada sparepart yang bisa dirangkai ulang. Klo dipikir pake logika, sekarang logika saya malah makin rusak juga. Sialan, hati udah rusak, logika juga udah rusah, lha terus aku nggagas nggo opo ? Oh iya anggep aja lagi tamasya keliling kota. Soalnya klo kita lagi tamasya, kita gak bakalan mikirin ini itu hal yang kita anggap menyusahkan karena sejatinya, niat kita tamasya adalah untuk BERSENANG-SENANG. Maka, bersenang-senanglah kalian sebelum datang orang-orang yang menghancurkan harapanmu dan membuatmu bersedih-sedihan.

HEHEHE, kok tumben ngebahas masalah personal ? gak papa, biar yang lain gak ampe kejadian kayak saya. Gak bakalan ada istilah PHP klo ga ada yang merasa keGEERan, gak bakalan ada istilah friendzone klo gak ada yang  merasa diistimewakan. Saya kira istilah friendzone cuma ada dan dialami oleh para lelaki, ternyata tidak sodara-sodara. Karena sekarang saya terperangkap dalam friendzone HUAHHAHHAHHA. Orang gila mana yang seneng dianggap temen, padahal temen yang biasa aja palingan perilakunya ya gitu-gitu doang. Friendzone ada karena salah satu pihak merasa ngarep, padahal pihak yang lainnya merasa biasa aja dan ga kepikiran untuk lebih serius. Karena perilaku masokis inilah saya jadi paham dan merasa biasa aja klo disakitin orang lain, toh wis kebal dan udah makan asam garam gimana rasanya ditinggalkan. 

Subhanallah, kayaknya gua kudu konsul ke dokter boyke yang rupanya mirip Mas Angga. BUAHAHAHAHAHAH. Dengan atau tanpa kehadiran orang-orang yang telah membawa saya terhadap perilaku gejala masokis moril ini, semoga saya semakin dewasa dan semakin matang dalam berpikir. Untungnya masih muda pas ngerasain ini, jadi bisa dibuat pelajaran klo saya nanti udah dewasa dalam arti yang sesungguhnya. Tulisan ini saya buat dengan argumen sendiri dengan sedikit penghayatan dalam memaknai hidup. Semoga tidak ada pihak-pihak yang merasa tersinggung karena saya tidak bermaksud mencederai hubungan baik antara kita semua. 

Teruntuk yang mempunyai nama keren "DAIGO". Semoga kamu menjadi paham dan lebih mengerti kegundahan jiwa yang saya punya. Mohon ampun jika ada beberapa part yang saya dramatisir karena memang itulah adanya. I'm happy with you but I know you can't always be there for me, cause there's someone that you have and both of you already have a plan for being married. Thank you for always cheering me in the end of my time, till the last night in this city, I hope you still being you. Daigo, who always be a broken radio and never stop talking. Always make an unusual behavior in public place. Always confident with your handsome look (salah nih nulis gini, bikin orangnye kepedean). Always drink in my bottle with tired look. Always sleepy after teaching hour.  And the last, thank you for being my friend, a closest one and i'm trapped with your kindness. We shall not end this story, cause I don't want to lose you (again). I'm sorry, you may leave me forever if you are ready to make a wedding. One more thing that I want from you, please come to my graduation cause you are my only good one that i have now. 

On the night like this, there's so many things I want to tell you
On the night like this, there's so many things I want to show you
Cause when you're around, I feel safe and warm
Cause when you're around, I can fall in love everyday

in the case like this, there are thousand good reasons
I want you to stay.....

Mocca - On The Night Like This

No comments:

Post a Comment

orang ngebacot