Showing posts with label cerita berantai. Show all posts
Showing posts with label cerita berantai. Show all posts

Sunday, March 30, 2014

CERMIN

Ada beberapa part dari lagu-lagu jadul yang klo dihubungin sama keadaan sekarang, relevansinya sangatlah besar dan cukup menohok sanubari. Kita yang tidak pernah tahu apa, bagaimana, kapan, siapa, dan mengapa kejadian didunia ini beruntutan terjadi tanpa tau motivasinya, lalu dituntut untuk mengambil hikmah dari kejadian ini semua. Lu kira gue ustad ? Mungkin masih menganggap bahwa saya ini titisan mamah dedeh *abaikan*. Setelah perjalanan panjang pun timbul beberapa pernyataan yang berulang-ulang seperti... "ah masa sih ?" lalu "tau gitu kemarin....blablabla" isi blablabla itu dengan premis yang menjadi masalah atau sebab dari akibat yang ditimbulkan karena kamu mengambil keputusan yang terjadi kemarin itu :) 

Jadi daripada bertarung jari di hadapan tombol qwerty yang udah jadi makanan sehari-hari. Lebih baik kita mendongeng saja... dongeng buat anak kecil ? dongeng buat remaja ? atau mau mengcover ronggeng dukuh paruk ? tidak kesemuanya. Dongeng tentang cerita yang lagi ada di pikiran saja. He he he....

***

Seorang lelaki duduk merenung meratapi nasibnya, ia tak kunjung segera mendapati pekerjaan. Sementara ia adalah lulusan sarjana terbaik dari akademi favorit di kotanya. Malang tak dapat ditolak, kini ia hanya sebatang kara karena kedua orangtuanya telah bercerai beberapa minggu setelah ia wisuda. Kini ia hanya hidup dengan ibu kandungnya, yang juga tak pernah lelah untuk tak hentinya berdoa dan berharap agar ia lekas mendapatkan pekerjaan yang layak....

"Bu, kok aku ga dapet-dapet kerjaan ya Bu?" keluh sang anak kepada Ibunya.
"ya sabar dong nak, kau tahu kan dunia kerja itu keras. Ibu aja kerja keras banting tulang buat menghidupi kamu ini, dipikir ga sulit apa ?"
"Ya tapi kan aku sarjana Bu, masa sih nyari kerja yang lulusan sarjana sama susahnya dengan yang lulusan SD sekalipun" 
"ga usah dipikirin nak, nanti kalo udah rejekinya juga kerjaan bakalan dateng sendiri. Berdoa dan ikhtiar terus aja ya nak..."
"iyaa Bu..."

Sang anak yang belakangan baru diketahui lulusan akademi teknik ini ternyata memiliki hasrat terpendam untuk menjadi seorang ENJINIR. Padahal latar belakangnya sudah cukup mumpuni karena berkecimpung di bidang yang sudah seharusnya. Menjadi seorang enjinir adalah cita-citanya sejak dulu, karena semasa kecilnya, ia sudah paham dengan hal-hal berbau teknik berkat bengkel mobil kepunyaan ayahnya.

"misi ommm, minta duitnya omm, buat makan nih om, laper belum makan om" pinta seorang bocah yang menjadi pengemis jalanan.
"maap aja dek, ga ada receh" balas sang anak lelaki yang desperate itu. Keadaan di terminal saat siang hari ini sungguh terik, gelandangan dan pengemis dibiarkan begitu saja tanpa ada yang menertibkannya.
"yah om, padahal dandanan udah kayak orang kantoran gini. Ternyata, huuuh kere" ejek sang pengemis kepadanya.
"WOY, sembarangan ya klo ngomong. Belum pernah saya lempar pake skripsi saya ya?" *FYI: skripsi yang dia buat terdiri dari 500 lembar hardcover, terdiri dari cover, isi, daftar pustaka, lampiran, dan lembar persembahan* --> oke ini gak penting
kemudian, si pengemis kurang ajar itu pun lari sambil melet-melet tanda mengejek kepada si lelaki putus asa pencari kerja.

***

Berhubung penulis bingung, maka cerita akan disambung beberapa waktu lagi.... namanya juga CERBUNG, Cerita gak nyambung..... bahahaha...
To be continued (kalo inget)

Thursday, January 2, 2014

CERITA BERANTAI #1

Alkisah, hiduplah 3 orang anak manusia yang sama-sama merantau ke daerah Karesidenan Surakarta. Mereka adalah Saya (Jay), Rani dan Rachel. Untuk perkenalan, saya persingkat saja yah. Saya adalah perantau asal Bekasi, Rani adalah perantau dari Tangerang dan yang terakhir Rachel adalah perantau dari Salatiga. Mereka bertiga dipertemukan oleh takdir di dalam satu kampus ternama di kota Solo, UNS. Berkuliah di jurusan yang sama pula yaitu akuntansi. Walaupun cerita hidup kami ini sebelas dua belas lah ceritanya, tapi alhamdulillah kami semua udah sarjana (bangga ceritanya :p) Lanjut lagi ke cerita pokoknya. Tulisan ini diniatkan akan menjadi sebuah cerita sambung menyambung menjadi satu. Dan saya yang bingung mau ngapain, mendingan melangkahkan tangan saja di tuts keyboard laptop ini.

Semua berawal dari liburan. Hawa-hawa kayak gini adalah hawanya liburan dan berhubung kami tinggal di kota yang diapit oleh dua provinsi yaitu D.I Yogyakarta dan Jawa Timur, membuat kami semakin gampang untuk liburan kemana saja karena destinasi wisata yang beragam dan banyak variasinya. Yang ngaku jadi perantau tapi belom pernah jalan-jalan ke pantai, berarti belom sah jadi mahasiswa (lah piye). Beberapa pantai telah saya jamah walaupun kami bertiga belum pernah melakukan piknik bareng *sedih deh* karena kesibukan masing-masing personil dikala liburan dan rencana yang beda-beda gitu. Tapi, siapa sih yang gak pernah ke pantai? kami bertiga akan cerita dari sudut pandang masing-masing dan akan share tentang pengalaman ke pantai menurut kesan kami bertiga. HEHEHEHE

Dari beberapa pantai yang telah saya jamah, yang menurut saya paling berkesan dan paling klimaks liburannya adalah pantai Pok Tunggal di Pacitan. Kenapa Pok Tunggal? kenapa gak Nampu? Klayar? Teleng Ria? Indrayanti? Parangtritis? banyak juga ye pantai yang udah saya jamah. Jawabannya yang pasti adalah, karena pas ke pantai pok tunggal ini, saya bersama teman-teman yang liburan kesana patungan buat nyewa mobil. Berhubung males motoran karena pasti capek dan ingin mencoba sensasi yang berbeda, maka kami kurang lebih belasan orang patungan dan nyewa 2 mobil dari Solo buat dibawa piknik ke Pantai Pok Tunggal itu. Saat pembagian mobil dan isi personil didalam mobil pun saya kudu milih, karena ada beberapa orang yang kayaknya ga bakalan nyambung sama saya klo mesti dihadapkan di satu mobil yang sama. Jadi aja satu mobil yang saya naiki diisi sama Aldhi, Mahendra, Rani, Lani, Adit, Wendo, dan saya sendiri (kurang lebih keknya gitu sih formasinya). 

Di jalan menuju Pok Tunggal pun sensasinya menggetarkan jiwa dan raga karena jalannya bener-bener masih bebatuan dan berasa di hutan. Bayangin aja jalanannya berbatu gede dan yang di dalem mobil kejeduk-kejeduk karena kontur jalanan yang masih belum diaspal. Namun susahnya mencapai pantai pok tunggal terbayarkan sudah karena pantai ini ternyata masih jarang dijamah dan berasa jadi pantai pribadi. HAHAHAHA. Bagi yang mau liburan dan pengen nyobain pantai baru di sekitar Pacitan, bisa banget liburan ke pantai Pok Tunggal ini. Pemandangannya lumayan lah, ga bakalan ngecewain sih. Tipsnya satu aja klo kesini, bawa perbekalan logistik yang banyak karena warung-warung yang jualan disini terbatas. Udah gitu belum tentu harganya murah. HEHEHEHE Yaudah deh untuk tulisan selanjutnya, mungkin akan diposting oleh dua sahabat saya yang lain. Silahkan tunggu  postingan postingan selanjutnya ya. Selamat liburan :D

 Pantai Pok Tunggal, Pacitan
2012