Wednesday, July 29, 2015

Middle class

Sudah hampir setengah tahun belum ada catatan berarti dalam konten di blog ini. Kemana sajakah saya selama ini? Nanti akan ada saatnya saya untuk bercerita Karena terlalu sedih atau terlalu bahagia saat bercerita akan menjadi satu ketergesa-gesaan apabila dibaca kembali tulisan yang menggebu-gebu itu.

Tentang tahu diri. Bagaimana seharusnya kita menempatkan posisi sebagai insan yang diharuskan untuk tahu diri?
Tahu diri untuk tidak bergosip selama ada di dalam masjid

Tahu diri untuk menggunakan toilet seperlunya Dan tidak berlama-lama bersolek
Tahu diri untuk menggunakan sepatu Dan berpakaian rapi saat menghadapi tamu

Tahu diri untuk menggunakan gincu saat kondisi wajah tidak sempurna
Tahu diri untuk menjaga jarak dengan lelaki teman seprofesi agar tidak ada berita simpang siur

Tahu diri untuk tidak berlama-lama berduaan dengan suami orang
Tahu diri untuk menggunakan pakaian sepantasnya Dan sewajarnya

Tahu diri untuk tidak menggunakan gadget saat ditempat umum
Tahu diri untuk selalu ramah pada setiap orang yang dikenal

Tahu diri untuk selalu bersimpati saat teman sedang kesulitan
Tahu diri untuk menjaga rahasia Dari pasangan masing-masing

Tahu diri untuk tidak berbuat hal yang membuat pasangan cemburu
Tahu diri untuk mengerti kesibukan pasangan yang tak pernah usai

Tahu diri untuk saling mengisi waktu dengan kedekatan personal dengan pasangan
Tahu diri untuk menahan ego diri sendiri untuk menahan emosi

Tahu diri untuk tidak merasa sombong atas keberhasilan yang telah diraih
Tahu diri untuk selalu merasa bersyukur Karena Allah sudah menciptakan rangkaian cerita yang skenarionya lebih baik daripada orang lain disekitar kita

Tahu diri untuk selalu merasa cukup Dan menjaga apa yang sudah dimiliki sekarang.
Semua itu merupakan muara Dari cinta saya... Kamu... Dan sang Maha pencipta.
Mungkin terdengar sok puitis.. Tapi saya bersyukur masih dikelilingi oleh orang-orang yang saya cintai.

Thanks for everything..

YK, 2015

Wednesday, February 4, 2015

FEBRUARIKU

Assalamualaikum

Halo semnuaya, terima kasih telah setia membaca blog saya yang tak berguna ini hehehe..

cuma mau posting gambar ini 

 kenapa harus bunga?

karena hari ini hati saya lagi berbunga-bunga walaupun ga ada kejadian apa-apa

Pokoknya hari ini adalah setaun aku mengenalmu...

posting ini dari kantor baru loh wkwkkwkw


udah ya...


sesumbarnya dilanjutin besok lagi.


capcus cyiiinnn

:*

Thursday, January 1, 2015

2015

Assalamualaikum.....

Just wanna say.

I love you all.....

Too much miracle in previous year that I can't believe. Love story, unemployed, too far escape and so on.

Hope this year I can make a good news for you... Who always love me and caring me.

I know I can't be the best like my friends do. Even I never used an airplane to travel, such an embarrassing thing huh? For you who always use an airplane to travel, I adore you.... Kkkkk because I always go travel by train or bus.

But one thing I never forget, to always enough and thankful for what I get now. Remember me if I did some mistake or bad things that hurts you.

For all the best thing in my life,
Let's rock this year!

Regards.

Pradipta, Hapsari

Thursday, November 27, 2014

SARWAKWAW

Hal yang menyengangkan adalah :
- bisa beli baju baru
- bisa beli hp baru
- bisa jajan kapan aja
- bisa beli barang online kapan aja
- bisa berbagi sama orang2 yang kita sayang
- bisa berbagi kebahagiaan
- bisa berbagi keceriaan
- bisa jadi badut diantara teman-teman
- bisa membuat orang yg kita sayang tersenyum
- bisa jadi apa yang orang lain harapkan
- bisa memenuhi semua kebutuhan
- bisa mencukupi apa yang kurang
- bisa menerima keadaan
- bisa selalu bersyukur
- bisa selalu tersenyum
- bisa main hp dimanapun berada
- bisa kabur sejenak dari penatnya ibukota
- bisa liburan kapan aja
- bisa mencintai orang yg kita cintai setulus hati
- bisa mengejar apa yang kita cita-citakan
- bisa makan apa aja yang kita suka
- bisa minum susu sepuasnya
- bisa belanja tanpa mikirin duit bakalan abis
- bisa gajian tiap bulan 
- bisa jadi orang baik
- bisa jadi diri sendiri
- bisa jadi kebanggan orangtua
- bisa jadi penghuni surga
 enak ya.......................

tapi yang pasti bisa jadi orang yang selalu bersyukur aja udah bagus banget, alhamdulillah deh... maka daripada itu, saya mau berbagi kebahagiaan di kantor klien wkwkwkwkwkkwkw.... 


Sari, 2014

Monday, November 24, 2014

Too much care is nothing

Apa bedanya orang peduli, sok peduli, beneran peduli, sama ikut-ikutan peduli ? Setau saya yang namanya peduli itu ga pake disuruh. Datengnya dari dalam hati dan gak mengharapkan balasan apapun. Pernahkah kamu dalam satu situasi dimana kamu adalah seorang yang tidak pernah peduli dengan apapun yang menyangkut dunia ini, lalu ada seseorang yang datang dan tiba-tiba membuatmu sangat peduli dengan dirinya, bahkan dirinya belum tentu mempedulikan kamu. Pernah ? Pasti pernah, cuman gak ketara aja kali klo pernah kayak gini.

Ambil situasi. Saat ini kamu sedang fokus meniti karir karena di usiamu yang produktif, sangat bagus untuk membangun fondasi dan memperkaya diri dengan ilmu-ilmu di dunia kerja. Lalu dilain tempat, ada satu orang yang selalu menjadi pikiranmu. Entah siapa dia, yang jelas kamu gak bisa melupakan dia barang sehari aja. Seharian dia gak ngabarin kamu, kamu bakalan uring-uringan gak jelas dan berpikir yang aneh-aneh. Berpikir kalau dia (amit-amit) sedang dalam kesulitan, (amit-amit) menjadi korban kriminal, dan lain sebagainya yang membuat dia tidak bisa menghubungimu seharian. Padahal biasanya dia gak pernah lupa kasih kabar ke kamu walaupun cuma satu kalimat dalam teks. 

Lalu,, setelah beberapa jam dalam hari ini kamu lewati... ternyata orang yang kamu tunggu-tunggu muncul juga untuk mengabarimu dengan alasan yang sebenarnya masuk akal cuma kamu tidak bisa menerimanya begitu saja karena dia sudah berkali-kali melakukan hal yang sama. Kebiasaan buruk kok jadi seperti wajar saja untuk dilakukan ? tak peduli, mungkin memang itu sudah bawaan sifatnya seperti itu. Kamu kecewa, kamu merasa diabaikan, bahkan kamu merasa tak dianggap. Bukan lebay tapi klo misalnya gak ada media yang bisa dipakai untuk komunikasi, kenapa pihak yang tidak bisa memberikan kabar tidak ada usaha sedikitpun untuk menghubungimu ?

Mungkin dia lelah. Atau dia pikir mungkin gak penting juga hal sepele gini diurusin, toh masih ada waktu panjang untuk ketemu lagi. Asumsi saya sih seperti itu, bukan mau menganggap jelek atau berpikir jahat, hanya saja saya sudah kepalang bosan diperlakukan seperti ini. Mungkin bagi sebagian orang ini hal sepele, tapi klo kamu memperlakukan saya seperti ini, berarti kamu memang tidak benar-benar membutuhkan saya. Atau saya memang tidak berguna (?)

Pertanyaan terbesar dalam pikiran saya adalah : seberapa jauh usaha kamu untuk mengejar apa yang selama ini kamu idam-idamkan? Jika kamu tidak ada usaha untuk mengejarnya, berarti kamu tidak benar-benar menginginkannya :) Baiklah, sekedar keluh kesah di hati. Jangan menganggap hal ini sebagai hal yang sentimentil karena saya tidak mau membagi keresahan bagi kalian, cukup saya saja yang merasakannya *UHUK*

Mau dibaca atau nggak, yang penting udah ngeluarin apa yang ngeganjal di hati saya. Wassalam

Sunday, November 16, 2014

NG-audit

Selamat pagi dunia. 
Kala ku memandang langit di pagi hari, tampak silau yang membuat mataku memincingkan sampai segaris. Banyak pekerja yang gegap gempita lalu lalang sepanjang jalan untuk sekedar mengejar ketertinggalan naik angkutan umum. Mereka yang menggunakan transportasi publik pastinya lebih pagi berangkat daripada mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Para pekerja dari berbagai profesi dapat dijumpai bahkan dalam satu tempat. Mereka tergabung dalam aliansi manusia kalangan menengah yang mungkin gaji sebulannya habis untuk menyicil rumah, motor, mobil, atau habis untuk tagihan kartu kredit. 

Bagaimana dengan pekerjaan saya? untungnya masih memasuki low season. Sebagai auditor yang masih merangkap menjadi pembantu umum alias belum bener-bener jadi auditor klo belum kerja lembur, saya bersyukur masih bisa pulang tenggo. Berangkat jam 8 pagi udah sangat menguntungkan karena udah hampir sebulan saya kebagian ngaudit di klien, salah satu perusahaan di kawasan industri pulogadung. Bagaimana saya tidak bahagia, wong jarak dari rumah ke pulogadung cuma setengah jam doang. HEHEHE, sementara klo berangkat ke kantor harus berangkat jam 7 pagi karena harus berjuang dengan para pekerja lainnya karena saya harus naik commuter line. Tak dapat dibayangkan jika saya masih rutin berdesak-desakan selama 30menit didalam gerbong kereta Bekasi-Jakarta Kota yang selalu padat tiap jam sibuk.

Inilah saya yang berusaha mati-matian mencintai profesi baru. Yang menjadi sumber rejeki ditambah dari OPE dan overtime per klien yang bisa menambah pundi-pundi rupiah. Ternyata pekerjaan auditor tak semenyeramkan apa yang orang lain katakan. Saya masih bisa tertawa bahagia dengan para teman dan atasan. Atau mungkin saya belum menyentuh bagian inti dari pekerjaan ? Tidak tau juga. Semoga kebahagiaan ini selalu mengelilingi hidup saya karena nyari kerja itu susah. Dapet satu perusahaan yang mau nerima aja udah sukur, masa mau disia-siain begitu aja ?

Mungkin saya berbeda dengan mereka. Mereka yang berjuang untuk melanjutkan kuliah profesi akuntansi untuk lebih memahami bidangnya. Lah saya ? jangankan kuliah, bahkan kalo bisa kuliah S2 jurusan lain aja hehehe. Mungkin sekarang bisa mengelak ga bakalan mau lanjut kuliah profesi, tapi siapa yang tau nanti kedepannya. Ngarepnya sih bisa ambil S2 aja, atau klo ada rejeki lebih bisa juga ambil CPA. Sedap bener nih anak hahahahahah. Ngayalnya banyak padahal klo dijalanin susah-susah gampang.

Sebenernya pekerjaan ini menyenangkan asalkan partner yang tidak lain adalah  klien bisa kooperatif dan jujur perihal transparansi keuangan perusahaan. Bilamana tidak ada masalah dalam data pending atau hal-hal lain yang menjadi signifikan, maka proses audit akan berjalan lancar dan auditor pasti akan lebih cepat bekerja. Klien juga lebih hemat karena waktu auditnya akan berkurang, fee buat auditor juga masih bisa dihemat dong ? hehehhe, gaktau deh omongan sotoy aja. Kalopun saya punya Kantor Akuntan Publik sendiri palingan juga bakalan melayani klien dengan sebaik-baiknya. Karena klo ga ada klien ya kita ga dapet duit dong ?

Jadi, masih mau kan jadi auditor ?
Enak lho.... pagi-pagi masih bisa ngeblog kayak saya. HIHIHIHI

Tuesday, November 11, 2014

KAMPUNGAN BINGITZZZZ

Di Jakarta banyak sekali fenomena alam bermunculan. Yang kali ini mau saya bahas adalah fenomena yang tumbuh akibat ketidakmerataan pembangunan. Dengan titah orang kampung di kota versus orang kota di kampung, lebih beradab mana diantara kedua jenis tipe manusia yang tumbuh akibat ketidakmerataan pembangunan ini ? berikut akan saya berikan beberapa jenisnya yang sudah pernah saya temui sebelumnya.

1. Situasi : saya sedang berada di dalam metromini jurusan Senen-Pondok kopi yaitu 47. Seperti biasa saya duduk dengan keadaan tas ransel saya pindah ke depan karena mencegah tindakan yang tidak diinginkan dari orang iseng disekeliling saya. Berhubung saya ga punya recehan, makanya saya ngitung duit recehan yang ada di dompet. Ongkos metromini ini 3ribu rupiah, karena ga punya duit kertas alhasil saya bayar pake pecahan 500 perak 5 biji, 200 perak dua biji, dan 100 perak sebiji. Jadi gopeannya lebih banyak kan daripada ratusannya ? Lalu setelah kenek muter buat nagih ongkos, saya bayar tuh pake duit logaman. Abis itu si kenek yang ternyata cewe dan lagi hamil langsung nyeletuk "besok-besok klo bayar jangan pake dua ratusan". Dalem ati: buset ini orang baru jadi kenek metromini aja udah sombong, pake acara ga mau nerima duit logaman. INI DUIT LOGAM KAN DUIT JUGA KELEUS. Untung masih sabar, klo gak udah saya jorokin tuh ibu-ibu hamil ga jelas.

Solusi: demi mengurangi tingkat kemalasan kenek metromini yang kadang ga beradab. Mungkin duit recehan bisa diganti sama duit elektronik atau duit yang ga ada wujudnya. Kesel banget kemaren sumpah, berasa paling bener tuh kenek. Emang dengan bayar pake duit kertas menjamin bakalan efektif juga? Kenapa duit logam masih sering di anggap sebelah mata sama orang-orang kayak gini? padahal kan duit logam masih sah dan berlaku sebagai alat tukar di Indonesia. Karena kasus ini, maka orang kampung di kota masih ada dan berkeliaran di sekitar anda. Adabnya bagaimana ? ya pikir aja sendiri klo kamu masih berpendidikan atau gak.

2. Situasi : lagi di kantor klien yang merupakan perusahaan yang gedungnya itu semi pabrik. Jadi setiap karyawan setiap istirahat dapet jatah makan siang di kantin perusahaan yang bekerja sama dengan salah satu katering. Dengan cara mengantri dan memakai kupon setiap makan siang, diharapkan cara ini akan lebih efektif daripada harus ambil dengan cara yang anarkis. Saat itu saya sedang mengantri, urutan yang harus diambil pertama kali adalah piring - sendok - nasi - buah - lauk - sayur. Saya udah megang piring dan sendok dan mau ambil nasi, tiba-tiba dari arah samping ada mba-mba yang nyalip mau ambil buah. Saya heran kenapa ni mba-mba bisa ada disini soalnya antrian dia ga keliatan. Terus dia marah-marah ama petugas katering "mas buahnya jangan ditaro disini dong" saya diemin aja karena urutan saya udah bener. Sambil cuek saya ambil lauk plus sayur saya.

Gak beberapa lama, saya duduk di meja makan dan di meja belakang saya ada tuh mba-mba yang tadi nyalip sambil ngedumel sendiri sambil banting-banting kursi. Mungkin dia kesel karena saya nutupin jalan dia buat ambil buah. Padahal jelas-jelas di depan mata antrian saya udah bener. Temen saya yang ngeliat dia ngomong "Sari, tadi lo nyalip mba-mba di belakang lo ya ?" trus saya bilang aja "nggak kok, antrian gw udah bener. Tuh mba-mba aja yang nyalip". Yang lucu, bukannya saya yang mestinya marah-marah, tapi malah dia yang banting2 kursi kayak orang kesetanan. Karena kasus ini juga, makin banyak orang kampung yang ada di kota. Klo bisa bilang sih kayak gak pernah makan aja. Ga punya sabar banget dan kayak ga dikasih jatah aja ama suaminya sampe pelampiasannya harus ke orang lain. Ni perusahaan emang orang2nya rada freak gitu. Udah berasa paling penguasa dan berasa bangga banget kerja disini. Padahal aslinya diisi sama orang-orang gak beradab kayak tadi.

Solusi : demi kelancaran makan siang karyawan perusahaan ini, gimana klo dibuat makan siang semi militer. Jadi  makannya dengan porsi banyak tapi lauknya cuma tahu tempe, udah gitu dikasih waktu cuma beberapa menit jadi gak bisa dikunyah. Jadi selain efektif untuk mengurangi waktu istirahat karyawan yang gak beradab, mereka juga diajarkan untuk disiplin. WKWKWKKWKWWKK

3.Situasi : karena tiap berangkat ke klien saya selalu dianter sama bapakke ataupun abang saya, jadi saya selalu turun di depan gerbang kantor atau didepan pintu masuk persis. Saat saya abis dianter bapake, ada satpam yang ngomong ke saya "mba yang tadi dianter naek ojek ya?" hhmmmm ni satpam sok tau apa emang paling pinter karena bisa nebak seenaknya aja. Trus kejadian barusan , saya diturunin depan pintu masuk kantor... pas masuk gedung, bagian CS yang biasa mangkal depan pintu nyeletuk "katanya tukang ojek ga boleh masuk... aneh banget peraturannya" YAH MAKIN BANYAK AJA ORANG PINTER TAPI BEGO. Mereka yang menjudge saya naik ojek adalah orang pinter tapi kebanyakan makan mecin. Jadi selain kepintarannya berkurang, mereka juga jadi sok tau kayak orang paling bener. Ciri-ciri orang kota tapi kelakuan kayak orang kampungan...Ups maaf yah gak sengaja hihihih.

Solusi : orang-orang terlalu pinter macem gini harusnya dikirim ke bulan atau ke luar angkasa karena IQ nya yang diatas rata-rata. Jadi daripada otak mereka nganggur gak dipake di bumi, mendingan dikirim sekalian ke bulan atau ke planet mana aja yang ada di galaksi sana karena pasti ilmu mereka bakalan dibutuhin karena mereka terlalu pintar sampai-sampai bisa membuat teori baru yang fantastis.

4. Situasi : lagi di dalem stasiun dan nunggu kereta. Saat itu ada kereta yang baru dateng, seketika mas-mas yang bergerombol gatau darimana langsung berebut dengan cenderung anarkis untuk masuk ke dalam kereta. Padahal saat itu orang yang mau masuk tuh kereta juga sepi. Mungkin mereka keburu-buru karena anaknya bertelor ? atau istrinya mau kawin ama selingkuhannya ? yang jelas mereka jelas2 gak beradab karena mengganggu kenyamanan penumpang kereta lain dan merugikan orang lain. Orang kampung masih banyak aja berkeliaran di kota... huft aku lelah menghadapinya~

Situasi : daripada mereka naik kerete commuter line, mendingan mereka dikasih transportasi sendiri yaitu omprengan atau bemo atau mobil bak. Karena ini sangat cocok bagi mereka yang suka dengan chaos dan anarkisme di jalanan. Udah gitu bebas ngerokok karena orang2 kayak mereka biasanya (maaf) bau badan dan baunya gak bisa ditolerir. Haduh enyahlah kalian orang-orang tak beradab di ibukota... aku ingin menikmati dunia ini dengan damai.

Demikianlah beberapa keadaan yang sudah saya temui beberapa waktu belakangan ini, untuk selanjutnya mungkin bisa saya update tergantung dari keberagaman orang-orang yang absurd di ibukota ini. Tulisan ini bukan untuk menyinggung siapapun, cuma buat menyindir aja orang-orang yang kelakuannya kayak orang paling bener. HEHEHEH, btw orang pinter yang harusnya dikirim ke bulan masih ada nih diluar. Rasanya pengen gw siram ini orang pake air pengawet biar patungnya bisa gw kirim ke bulan sekalian.